Thursday, January 26, 2012

sidang 26 Januari 2012

gue baru beres sidang skripsi.. ^^
ayo gue critain sidangnya dan feeling gue pas sebelum, saat, dan sesudah sidang....
gue sidang Kamis, 26 Januari 2012 jam 11.00 WIB

sebelum sidang, gue agak dirundung rasa takut. kalo rasa takut sidang ini jauh lebih sedikit dan lebih kecil dari rasa takut pas SOOCA. jujur aja deh, gue gak sampe stress banget.
pas sidang, hal pertama yang gue takut adalah slide gue gak keburu 10 menit. tapi Puji Tuhan kayaknya gak lebih. nah trus abis sidang gue ditanya-tanya sama penguji gue.
pertama yang dibahas adalah tentang variabel demografi. gimana data demografi nya, banyakan orang Bandung, atau luar bandung, atau ada daerah khusus yang banyak kataraknya? hmm, gue bingung mau jawab pertanyaan ini, karena gue gak bahas data demografi. dan penelitian tentang katarak anak di Indonesia uh dikit banget, beneran sedikit banget.
gue gak ngerti mau jawab apa, jadi gue jawab aja, "saya tidak menemukan jurnal yang menerangkan adanya tempat2 tertentu di indonesia yang memiliki insidensi katarak terbanyak Dok."
tapi gue tetep diminta bikin lagi.. wew..-______-"

yang kedua tentang saran.
di skripsi gue tertulis: penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penatalaksanaan katarak anak secara lebih lanjut.
penguji gue nanya ini maksudnya apa...

gue jawab "untuk penatalaksanaan Dok. supaya masyarakat mengetahui tentang katarak dan bisa membawa anaknya ke dokter mata, supaya penanganannya cepat."
Dokter: "untuk masyarakat, instansi, atau orang medis"
gue: "untuk masyarakat Dok. dengan dilakukan presentasi ke masyarakat, masyarakat bisa mengetahuitentang katarak jadi bisa aware dengan gejala2nya."

bahkan gue gak bisa inget kata "PENYULUHAN" dan ngeganti dengan kata presentasi. duh payah banget lah gue. wew....

setelah gue disidang, akhirnya gue nunggu di luar ruang sidang selama penguji & pembimbing gue ngebahas nilai. itu waktu serasa lamaaaaaaa banget....
temen sebelah ruangan gue: wafaa & nicho, mereka keluar belakangan tapi masuk ke ruangan lagi duluan. dokter2 dari ruang lain udah pada keluar dari ruangannya dan pulang. tinggal gue ajaaaaa....
haizzzz
lulus kagak yaaaa??? koq lama banget, mengingat jawaban2 gue tadi kayaknya gak memuaskan. ngeri juga gue.

akhirnya setelah nunggu beberapa lama, gue dipanggil
masuk, duduk,
dr. Tatang: Septian Saraslina, setelah rapat, kamu dinyatakan lulus

5 detik gue diem, baru gue bisa bilang
"terima kasih Dok"

waaahhhh, gue rasanya mau ngejingkrak di tempat.... tapi gak mungkin kan.. hehe..
perasaan gue campur aduk. koq bisa lulus?
nilai gue bagus gak yaa?
gue ngecewain pembimbing gue gak ya?
gue bener2 bingung...

pulangnya gue ketemu temen gue, dia bisa tau nilai sidang. gue buka dan gue liat nilai gue A, gue dapet 83.
dokter pembimbing gue ngasih nilai gede, walaupun pengujinya nggak.
yang gue heran, kenapa penguji ngasih nilainya kecil ya...
hmm, padahal kan mereka jadi pembimbing juga. gue yakin nilai yang mereka kasih ke mahasiswa yang ada dibawah bimbingan mereka pasti gede, tapi kenapa ke mahasiswa yang mereka uji tuh nilainya kecil.. mereka kan tau perjuangan mahasiswa buat skripsi.. waahh, tegaaaa...

tapi Puji Tuhan, walaupun revisi gue banyak banget, nilai gue bagusss...
gue senang.........
gue bakalan berusaha maksimal biar gue bisa judisium minggu depan.

Lunar New Year 2563


Originally written on Monday, January 23, 2012

Gue baru pulang dari muter2 jakarta hari ini. Taun baru cina, senangnyaaa…. Xinjia berarti ada uang tambahan yang masuk ke kantong gue.. ada special apa aja taun ini dibanding kmarin???

Pertama, taun ini ortu gue ngasih angpao. Waahhh, asiknya, dari taun ke taun, ortu gue gak pernah ngasih angpao ke anak2nya, yaah gue ngerti juga sih, sebenernya gak perlu pake angpao2an segala, gue sama adek2 gue udah well prosperity dengan jadi anak dari ortu gue. hehe.

Kedua, selain ngasih angpao ke gue dan adek2 gue, ortu gue juga ngasih angpao ke sepupu2 gue. ini perubahan yang positif, jadi gue ya seneng2 aja.
Gak semua sepupu gue langsung gongxi ke ortu gue, mereka mesti diingetin dulu sama ortunya, “udah gongxi belum ama zhuzhu?”
Hmm, bokap gue rencananya gak mau ngasi angpao sama ponakan2 yang gak gongxi ke beliau. Tapi karena nyokap gue baik, akhirnya nyokap yang ingetin sepupu2 gue buat gongxi. Apa karena ortu gue gak pernah ngasi angpao di taun2 sebelumnya makanya mreka gak mau gongxi? I don’t know. Yang pasti buat gue, prinsip menghormati itu penting. Sama orang yang lebih tua, gue wajib gongxi duluan. Entah mereka ngasih atau nggak, yang penting kan nilai tatakrama itu sendiri, bukan nilai uang yang didapat. Walaupun gak dapet angpao, dengan respect sama orang lain, kita akan di-respect balik kan.

Yang ketiga, pohon angpao….

Huhu, jadi ada 2 rumah yang biasa keluarga gue kunjungin, rumah apak gue (kakak laki2 bokap), dan rumah kuku (kakak perempuan bokap) gue. nah, di kedua rumah ini, masing2 ada pohon angpao yang bisa menguji hoki masing2 orang. Di pohn meihua ini digantungin angpao yang berisi uang yang tidak diketahui nominalnya, mulai dari 5000, 10000, 20000, 50000, dan yg tertinggi tuh 100000. Taun lalu, hoki gue lagi di puncak2nya dan gue dapet uang tertinggi yang digantung disana. Tahun2 sebelumnya juga hoki gue selalu bagus, gue jarang dapet duit yang kecil. Sayangnya hoki gue taun ini lagi gak baik, jadi gak bagus deh peruntungan gue. hehe. Tapi gak masalah sih, buat gue, ngambil pohon gitu cuma seru2an doang, haha. Gak ngewakilin hoki setahun ke depan juga, semua kan tergantung usaha masing2 orang, yang angpaonya gede gak bakal sejahtera juga kalo cuma ongkang2 kaki & berharap duit dateng sendiri. Belajar mensyukuri semua yang didapat, mau gede, mau kecil, semua layak untuk disyukuri.
Buat temen2 yang ngerayain Lunar New Year juga, jgn lupa perpuluhan yaa ^^

Happy Chinese new year 2563 semua yg merayakan..


The 5 Pillars of Manhood

From Jaeson Ma review

The 5 Pillars of Manhood
(How Men Should Love & Respect Women)
WE NEED MEN OF GOD WHO WILL LOVE & RESPECT WOMEN OF FAITH.. NEXT STOP "MANHOOD

I spent the day with a group of men in our house church learning what it takes to be a man of God when it comes to loving and respecting women. In our day an age most men are not men, they are boys. Most guys still want to marry their mom, have a women serve and take care of them, are not willing to take initiative or commit in a relationship, most men are still living in fear, not pursuing their callings by settling for “safe” because its easy. This is sad, upsetting and the standard must change.

Women don’t want to marry boys, they want to marry men. Women don’t want boys they have to put up with, clean up after and take care of, they want to be lead, pursued and taken on an exciting life adventure. If you go to most of the churches in the Western world today, you will find that there are very few spiritual men, instead there are many spiritual women. It’s disappointing, but I hear it from women of faith all the time, “Pastor Jaeson, where are the godly men?”

Today, a good brother and leader in our GBS community Daniel Ra explained what God showed him to be the “5 Pillars of Manhood” in how men must love, respect and serve women. It was enlightening and reinforcing from what I have been teaching men for years when it comes to pursuing a woman of God.. of course none of us are perfect, we all have our mistakes, but we must each strive to be better and greater than what we were before yesterday, everyday making an effort to be more like God, to be just like Jesus, to be a man of faith and honor.

The 5 Pillars of Manhood..

1. LEAD
A man must be a leader in a relationship, in a marriage, in a family. There are no excuses. A woman doesn’t want to make the decisions for her man, she wants her man to lead in the relationship. A man must take initiative. A man of God is leader, not a follower, a servant, not a slave, a hero not a coward. A man of God knows God and therefore knows himself. He should be the leader spiritually first, emotionally, mentally and physically he should set the standard for others to follow.

2. PROTECT
A real man of God will protect his partner. That means he is willing to lay down his very own life, needs and wants for the protection of the one he loves. Every decision he makes when it comes to a relationship has her protection in mind. A woman needs to feel secure, that she is protected and safe with her man. She doesn’t need to second guess, wonder if she will be okay, or have her heart and mind played with. A real man of God will not only protect his woman physically, but also mentally, emotionally and spiritually. He always has the highest good in his mind for her safety, well being and wholeness.

This is for the Christian guys out there, don’t emotionally rape a sister, play with her heart and tell her you are just her brother or friend. That is BS. Man up. You either pursue a woman of God because she is God’s precious creation, or you don’t try touching it at all, or play with their hearts emotionally, unless you are willing to be up front and clear with your intentions and the direction of the relationship from the start. Emotional rape is as painful to a woman as physical rape. Women are emotional beings and their hearts are not to be played with. Protect your sisters heart.


3. PROVIDE
A real man of God will do whatever it takes to provide for his significant other. That means monetarily in finances, in basic needs and as well as what she desires. When a man asks a father for his daughter in marriage, the father will not ask, “How are you doing spiritually first?” No, the first thing the father will ask is, “How will you provide for my daughter?” Because part of being and becoming a man is providing for others, especially your wife and children. If a man can’t provide, he isn’t a man. God gave us hands and we must put our hands to work, no excuses to be lazy, God made us to rule the earth. Women are not be treated as toys, trophies or a luxury item, women are God’s highest creation, the very image of God.

I tell men all the time, “Treat your woman like a queen and you will live like a king.” Don’t be cheap brothers, you need to go all out when it comes to pursuing a woman. This is not a one time thing, but a continual practice. Women were created for beauty. They were created beautiful, to feel beautiful to be treated beautiful. You don’t handle a rose without care, it is the same with a woman of God, you treat her with the utmost care, honor and respect. Practically, that means you don’t take a woman to Denny’s on a first date, you take her to a place that hurts your wallet, but it’s worth it because she is worthy.

Also, men must also provide for women emotionally. When a women asks you, “How are you doing?” She is really asking, “How are you being?” Meaning, what are you feeling, thinking, seeing, being about at the moment. To love a women we must provide at every level – basic needs all the way to providing for them mentally, emotionally and spiritually, if not their hearts will die. Be a man, provide for your women.

4. INTEGRITY
A true man of God is a man of his word. Too many men in our culture break promises, play with women’s hearts, date girls as if it was a game, and have no respect for women at all. This is disgusting. In old times, when a man said “You have my word!” that word was bond, it was as if an actual contract had been written, because your word was your reputation. How many men do we know today who say one thing, but do another? Men who do not keep their word, their promise or follow through with their verbal commitments. In our culture we don’t take words seriously, but in God’s world words are everything. Blessings and curses come out of the same mouth. What comes out of our mouths determines what is truly in our hearts.

What a woman wants is a man of integrity. Someone who says what he does and does what he says. Someone they can trust at their word. So as a man you must come through. Words means nothing if they are not backed up with action. Don’t say sorry unless you mean it. Don’t say sorry unless you are able to back up your apologies with doing the right thing. Integrity is doing what is right, whether people are watching or not. Integrity is what you do when no one is looking. Does your woman trust you completely? If not, it is a question of integrity. Don’t tell a women you love her unless your love shows, words carry weight. They either carry false weight or real weight, a woman knows when a man means what he says.

So live by your words, live by action, be a living proof of your values, convictions and commitments. Don’t get involved in a relationship unless you are sure this what you want and what God is leading you both to do. I’ve had my share of mistakes in the past, where I got into a relationship without thinking about the consequences, protecting my sisters heart and the fear of the Lord from the get go, I’ve had to make amends and face the results of my sin and foolishness. Trust me brothers, don’t do what I’ve done in the past, don’t play games, don’t feed your fleshly desires, rather seek God, seek the best interest of the one you are pursuing, be honest, forthright from the start about your commitment and your vision for the relationship and stick to your word. Be a man of integrity.

If you pursue a women, it should be with the intentions of marriage. If not, stop playing yourself and her. It’s not about finding the right woman, it’s about being the right man. That starts with first knowing God in order to know yourself, then you will know how to love and respect a woman.

5. COURAGE
You are not a man until you climb the great wall of China! This is what it says at the actual great wall. Well, I have climbed the Great Wall of China so I guess I must be more of a man than others, just kidding. What is the greater underlying message here? It is a message of courage. It is a message of adventure. A man of God is a man of courage, a man of adventure, a man who is willing to take risks and do the impossible. Men were born to live a life of great adventure. Men were created to fight battles. Men were created to rescue beauties. Men were created to live.

Sadly, most men are not living. Most men are cowards, fearful and afraid of failure. Imprisoned by their own thinking and what others think about them. Many men are just boys waiting for their mother’s approval, or the approval of others in society. Most men I know are people pleasers, not God pleasers. They are more afraid of how others may reject them or not accept them if they choose to take the road less traveled.

All men die, few men truly live.

Women don’t want nice guys or good boys, women want men on a mission, men on adventure, men who are dangerous. This is why many women are drawn to bad boys because bad boys live with a sense of risk, danger, mystery and unknown. Men were created to live fearless and to live by faith. But if you walk into a church today what you find are a bunch of boys playing with their toys, working at predictable jobs — not their true callings, and living boring lives. It’s sad, but most guys get their sense of adventure from playing video games or watching TV, what happened to our men?

A man of faith will sweep a woman of God off of her feet. He will challenge her to go the distance in God, in their relationship and in life. A man of courage is someone who in the face of fear still chooses to move forward with trust in God, setting out to obey God’s voice at whatever the cost, because that is what matters the most. We need men who have hearts fully alive, hearts full of passion and are on a mission to change the world. There is a high cost to being a man of courage, there is a price to pay if we want to be a real hero, it means we are willing to go against the grain, follow God against all odds and live a life of honor, courage and righteousness.

When a woman finds a man of courage, it will encourage her to be all that God has created her to be. As a man, your goal is not how your woman can serve you, but how can you serve your woman? As a man, your goal is not how a woman can serve your destiny, but how can you do all that you possibly can to release the fullness of God’s glory and destiny in her.

Men take the lead, protect at all costs, provide in every way, live by your word and live a life of adventure with the Holy Spirit — obey God, not man and you will be the man of God you were created to be — and your woman will love you for it.

Wednesday, January 25, 2012

Thanksgiving Thursday: Week 2: Draft Delivery


Originally written on January 22nd, 2012

Gue di rumaaahhhhh.. hehe, gue senang banget bisa pulang, setelah sekitar 3 minggu berjuang dengan ujian terakhir dan jadi ‘kurir’ dokumen skripsi ke penguji dan pembimbing, akhirnya bisa pulang…..

Ujian gue sebenernya udah kelar dari hari senin kmarin, compre MDE FamMed-TropMed, tapi sayangnya gue gak bisa langsung pulang karena hari selasa gue harus melakukan DRAFT DELIVERY. Hahaha. Jadi kurir skripsi. Gue ke kampus jam 8 pagi, ngambil 5 draft skripsi gue yang untungnya tipis, jadi gak gitu berat, dan gue ngestuck di FK sampe jam 11. Sebelum ambil draft, gue udah SMS dosen pembimbing 1 gue, Dr. Feti, dan beliau setuju untuk bertemu siang hari setelah operasi. Jadi rencana gue ambil pagi2 dan gue bisa serahin ke 4 dosen lain sebelum ketemu Dr. Feti, jadi setelah ketemu Dr. Feti gue bisa pulang. Nah knapa gue bisa ngestuck? Karena manajemen waktu gue buruk. Hahaha. Gue SMS dr. Nursiah dan beliau bilang buat ketemu setelah ujian OSCE angkatan tahun ketiga, jadi gue tungguin aja di FK sambil nungguin balesan dokter2 yg lain. Dokter Haryadi yang jadi penguji 3 gue bilang buat ketemu beliau di RSHS sebelum jam 1. Dokter Tatang, ketua sidang gue minta dititipin aja karena beliau berhalangan buat ketemu karena lagi ada rapat, dokter Marietta, penguji 2 gue gak bales2 SMS gue jadi gue pikir ntar samperin aja. Jadi yang penting gue harus brangkat ke RSHS jam 11 supaya bisa sampe ke dokter Haryadi sebelum jam 1.

Ujian OSCE kelar jam 10.30 pagi, jadi sebenernya gue bisa dari FK ktemu dr. Nursiah trus ke RSHS, waktunya cukup kan. Tapi jam stgh 10 gue malah pulang ke kosan buat ngambil log book yg ketinggalan dan beli makan karena gue pikir kalo beli di FK kan mahal, jadi gue mending pulang, beli makan di warung depan kosan aja, jadi gak boros. Trus gue juga mandi dulu pas pulang.

Tau2 udah jam stengah 11, waaa!!!! Gue telat banget, gue cuma punya space time sekitar 5 menit buat ngasih draft ke dr. Nursiah, nah jalan ke kampus aja dah 10 menit. Udah pasti telat lah gue…. jadi daripada gue gak dapet dua2nya, ke FK telat, ke RSHS juga telat, gue putuskan buat langsung ke RSHS. Luckily, dr. Nursiah gak marah dan setuju bat ketemu lagi besok. Phewww…

Karena jalanan gak macet, gue sampe RSHS jam stgh 12, langsung nyari bagian jiwa, nitipin draft buat dr. Tatang dan nyari dr. Haryadi. Nah ini yang seru. gue dikasih tau sama sekretariat bagian jiwa kalo dr. Haryadi tuh ada di lantai 1 lagi bimbingan koas. Jadi gue ke lantai 1, trus ngeliat pintu ijo gede, nah ada bapak2 lagi disitu, gue tanya lah, “Pak, dr. Haryadi ada di dalam? Saya mahasiswa FK ingin mengantarkan skripsi saya.” Bapaknya (pegawai) itu bilang, “Ada Dek, masuk aja, pintunya gak dikunci kok.”

Jadi gue masuklah ke dalam, dan ternyata di dalam ruangan itu isinya orang dengan gangguan jiwa semua. Astaga!!!! Ada yang lagi duduk main2 gitu sama temennya, ada yang ngeliatin gue, ada yang senyum2 doang, dan yang lebih parah tuh ada yang langsung nyamperin gue, huhuhu takut banget… kebayang kalo di film2 tiba2 itu orang jadi histeris. Hahaha. Untungnya kaga kejadian kaya gitu. Dokter haryadi juga konsen lagi ngebimbing koas, aahhh, gak mungkin gue interrupt kan, jadi gue cuma berdiri di depan dokter gue, berharap beliau ngeliat gue, tapi malah orang2 yang gangguan jiwa yang pada ngeliatin gue. wew, serem banget itu diliatin orang gila. Setelah beberapa menit gue disitu, akhirnya beliau sadar juga ada gue, langsung lah gue ngasi draft gue dan ngacir kabur. (sebenernya ada ngobrolnya sih dikit, tapi cuma bentar doang, pokoknya gue pengen cepet2 kabur. Hahaha.) di jalan menuju pintu ada 1 ibu2 yang juga pasien di ruangan itu yang negur gue, “Lulus Dek?”, gue bingung mau jawab apa, jadi gue jawab aja, “iya Bu, lulus.” Gue langsung ngibrit samperin pintunya, dan ternyata itu pintu 1 arah, bisa dibuka dari luar tapi gak bisa dari dalem. Huaaaa!!!! Gue panik banget, GUE KAGAA BISA KELUAARRR!!! Huhuhu. ada yang ngomong, “ketok aja pintunya.” Gue udah gak sempet liat2 lagi siapa yang ngomong, gue langsung ketok itu pintu, dan kaga ada yang ngebukain gue!!! HUAAAAA!!!! Gila banget lah itu situasi, gue udah jerit2 dalam hati gue, “bukain please, ini bapak2 yang tadi di depan pintu kmana sih”. Dan akhirnya ada juga yang bukain pintu, ibu2 yang baik hati. Gue yakin ibu2 itu pasti mikir, “ini anak gak sabaran banget sih ngetok pintu gak brenti2”. Hahaha. Itu pengalaman pertama gue masuk ke ruangan yang isinya banyak orang sakit jiwa. Gimana ntar pas koas bagian jiwa ya, wew, tantangan banget tuh!

Abis dari dr. Haryadi, gue ke bagian rehab medic nyari dokter Marietta, dan ternyata udah jam 12, means lunch time, dan di atas meja ada papan tulisan ISTIRAHAT. Waduh kalo gini mah gue mesti nungguin di ruang tunggu bagian informasi sampe jam 1, bosen banget lah menunggu itu, bisa dibilang, I HATE WAITING, gue udah baca tiap poster disitu, udah buka2 logbook gue, baca2 walaupun gak ada gunanya, dan tetep bosen, sayangnya gue gak bawa kertas buat gambar2 atau nulis2 dan gue juga gak bawa MP3 gue, mau ngenet tapi sinyal hape NOL, kaga ada sama sekali. Beneran boseeennnn… huhuhu…

Sekitar 12. 50 bagian informasi udah buka, gue akhirnya bisa tanya dimanakah dokter Marietta. Untungnya beliau ada di bagian itu, jadi gue langsung ke ruang rehab, cari beliau dan ketemu, ngasih draft, langsung ke Cicendo. RSHS BERESSSS… PHEEWWW, THANK GOD!!!

Sampe di ruang pendidikan, Dr. Feti udah disamperin banyak anak FK, rupanya beliau jadi penguji banyak mahasiswa, hehe. Gue udah takut aja beliau udah keburu pulang, tapi untungnya belum, wah senang.
Ngasih draft + konsul slide= CICENDO BERESSSSS!!!! THANK AGAIN GOD

Besok paginya jam 7 gue ke FK, nemuin dr. Nursiah, ngasih draft, FK BERESSSS…

Dengan begitu, semua beres!!!!!
Makasih buat penyertaan dan kelancarannya ya Tuhan^^ tapi aku mau mohon penyertaanMu lagi terutama mengenai hal ini:

Skripsi:
KARAKTERISTIK KATARAK ANAK YANG TELAH DIOPERASI DI PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2010

SEPTIAN SARASLINA E.
130110080054

Pembimbing I    : Dr. Feti Karfiati, dr., SpM(K)., MKes
Pembimbing II   : Nursiah Nasution, dr.
Penguji I              : Tatang Muchtar Sutaryan, dr., SpKJ(K)
Penguji II             : Marietta Shanti Prananta, dr., SpKFR
Penguji III            : RM. Haryadi Karyono, dr., SpKJ
Sidang:
Kamis, 26 Januari 2012 Pukul 11.00 WIB
Ruang Tutorial 3 Gedung A5 Lantai 2, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Thanksgiving Thursday: Week 1: OSCE exams

 Originally written on January 15th, 2011

Actually this post had to be written on the last Thursday, January 12th. But I didn’t write it. Hehe. So, this post is just coming up tonight.

A lot of things can be written in “thanksgiving”, from the small and usual one, to the hard and complex one. God has giving me a lot of things which can be thanked.
But today, I’ll post about my exams, since I’ve been having so much blessing through my exams.

Seperti yang udah gue bilang kalo gue sedang menghadapi ujian akhir di pendidikan sarjana gue, terlebih lagi minngu depan, setelah Chinese New Year, gue bakal menghadapi sidang skripsi. Tegang? Pastinya! Takut? Why do I have to??? Hehe, Nope! I’m not afraid. I’ll do my best….
Ujian SOOCA berjalan dengan lancar, nilainya memuaskan ^^
Dan ujian minggu kmaren yang pengen gue bahas kali ini adalah ujian OSCE gue, atau skill’s laboratory, atau keterampilan kedokteran. Ujian OSCE kali ini ternyata bahannya banyak, dan banyak yang sebenernya gak perlu pake guideline. Tapi justru itu yang bingungin. Kami, para mahasiswa dituntut untuk punya soft skill yang besar: “humanity!”
Agak susah buat gue yang basically jutek, galak, dan sinis. Hahaha, well, gue baru sadar pas gue foto buat form koas kmaren, pas senyum aja gue tuh sinis banget, kaya tokoh antagonis di film2. Hahaha. Mungkin kalo pasien liat gue juga mreka bakal kabur karena muka gue galak dan jutek.
Sebelum mulai ujian, gue ngulang semua materi ujian di depan ruang ujian. Gue hafalkan dan inget2 semua, gue bayangin pasiennya ada di depan gue, then what should I do, what should I ask to him/her? Pas nama gue dipanggil, sakit perut melanda, haha, biasa lah grogi…
Nah di ujian kali ini (family medicine & tropical medicine system), banyak banget keterampilan komunikasi yang penting dan dinilai: Counseling, assessment of mental status, breaking bad news, dll. Keterampilan kaya gitu yang bikin gue gak pede di ujan OSCE kmaren. What if my patient thought that I was mean? I wouldn’t pass it. Belum lagi pas dokter pengujinya galaaakkk atau mukanya jutek, wew langsung menurunkan mental. Hahaha. Untungnya dosen penguji OSCE di stase gue kmaren baik2. Walaupun sekali ditegur sama dokter F., tapi gue senang juga ditegur, karena gue jadi tau dimana ketidaksempurnaan dan kesalahan gue. Even a mistake will turns out to be something necessary to a worthwhile.
I was waiting for the result impatiently, I didn’t hope that I would pass them ALL, I only hoped that I would pass SOME of them. But the reality said different, I passed ALL of them! Yay!!!!! I’m so happy when SanSan told me, I was on my way with Aan, and I shouted loudly on the road after I read the text from SanSan, that was crazy.. haha..
Gue sangat senang karena gue gak remed OSCE. Senanaaaaannnggggg sekaaallliiiiii………..hehehe.. :)
Well that’s what I want to thank for this week, kelulusan gue pas OSCE…… thanks for everything God..
 January 15th, 2011

Friday, January 20, 2012

flywheel

kma4ren gue baru nonton sebuah film lagi.. hehe... liburan, nganggur, sambil nunggu mama gue pulang akhirnya gue nonton dvd. dan film yg gue tonton kmaren adalah: FLYWHEEL



apa sih flywheel itu?
ini yg gue dapet dari wikipedia:
A flywheel is a rotating mechanical device that is used to store rotational energy.  They provide continuous energy when the energy source is not continuous. They deliver energy at rates beyond the ability of an energy source. They control the orientation of a mechanical system.

jadi ceritanya, Jay Austin (Alex Kendrick) merupakan seorang salesman mobil yang gak jujur, pokoknya dia kalo jual mobil second tuh mahal banget dan bisa ninggiin harga sebesar $1000-2500 dolar per mobilnya. jadi kalo diitung-itung ya gila juga sih naikin harganya. dia ngeboongin SEMUA pelanggannya, mau anak-anak, bapak-bapak, nenek-nenek, bahkan pastornya juga diboongin. udah gitu hubungan dia sama anak & istrinya juga gak baik. dia jarang punya quality time father-son sama anaknya. bahkan karyawannya juga ikut2an curangin pelanggan gara2 dia, teladan yang buruk yaa.
kapan dia berubahnya tuh ya????? hehehe, nonton aja, worth it koq....

film ini dibuat oleh Sherwood Pictures dan digarap oleh Kendrick Brothers. sama seperti film2 lain buatan Kendrick Brothers, film ini lagi2 ngebangun dan ningkatin iman gue.. hehe * senang
yang gue pelajari dari film ini adalah, tentang kejujuran. yang namanya jujur dan selalu ada dalam jalan Tuhan itu memang gak akan pernah ngerugiin.
like Elisabeth Elliot said: God's Story never ends like ashes
itu kebukti banget dari film ini. walaupun pas di awal usahanya Jay itu terlihat 'gak menguntungkan' karena dia memilih jalan Tuhan, tapi pada akhirnya Tuhan bekerja buat dia.
hmm, mungkin gue juga harus kaya gitu. menyerahkan diri gue sepenuhnya ke Tuhan, jadi terserah Tuhan aja hidup gue ini mau diapain. hehehe. toh semuanya akan berakhir sempurna.

Wednesday, January 11, 2012

50 weeks of Spiritual Growth: Studying the Bible (An Introduction)

Gue adalah seorang silent reader bbrp Christian Blog. Silent reader means only read, gue gak comment2 di post mereka, tapi cuma baca dan ngikutin blognya. Salah satu blog yang gue suka dan selalu gue ikutin adalah blognya Ci Shinta: Different Kind of Woman

Tanggal 9 januari kmaren gue buka blog itu dan ada sebuah post: A Challenge

Challenge buat growing deeper in God…

50 weeks of spiritual growth, yang artinya dalam setahun ke depan (2012), gue akan mencoba buat bertumbuh secara spiritual.

Waktu gue baca topik2nya,, hmm jujur aja gue bingung juga mau ikut atau ngga. Soalnya kan gue bisa dibilang masih ‘bodoh’ tentang Alkitab, kekristenan, hidup radikal, dan semacamnya. Bisa dibilang gue tuh belom kompeten buat hal2 rohani yang ‘berat’ kaya gitu.

Tapi setelah gue pikir2, why not?

Bahasa kasarnya nih ya, gak ada ruginya kok…

Gue emang masih bodoh, awalnya bisa malu2in pas jawab pertanyaan, mungkin jadi yang paling dong-dong. Tapi kalo gue gak mulai blajar, kapan gue jadi pinter. That’s why this challenge called as a ‘study’, and ‘lesson’ every week. Supaya gue bisa belajar, dan kalopun masih salah2, yaah namanya juga belajar. Kalo kita gak tau yang salah, manalah bisa tau yang mana yg bener. Iya nggak?

Gue berdoa minta Papi bantuin gue buat makin mengerti kata2Nya, buat kasih gue Roh Kudus ketika gue belajar, dan biar gue bisa ngelewatin setiap godaan2 iblis yang pengen bikin gue mundur.

50 minggu ke depan, gue akan mencoba bertumbuh and being closer to Him. I know that studying the Bible won’t be easy, but I have friends through this community, and moreover, I have God who always teach me by Himself.

Pasti bakal banyak godaan2 yang bikin gue pengen kabur dan mundur, jadi gue minta doanya ya friends, so we can go through the temptation and pass the lesson with ‘good mark’.

Next: my 1st thanksgiving Thursday and

I’ll post about the 1st lesson

Gbu ^^

desain blog baru

kmaren pulang ujian OSCE, trus ngenet, download2 scrapbook kit, dan bosen nunggu ujan brenti, jadi ya gue ganti blog background jadi lucu gini.. coklat, pink.. a little bit girly, isn't it?
hehe...
gue, jemuran, hahaha
*bingung mau nulis apa lagi....
uhmm, btw gue senang gak remed OSCE.. :)
jadi bisa pulang ke rumah, liburrrrrr.....
thanks Father, for blessing me so well...
thanks mom and dad, for your never ending prayer...

Monday, January 09, 2012

Last SOOCA…

Tanggal 2 januari kmarin gue mulai memasuki ujian terakhir di pendidikan sarjana kedokteran. Setelah gue selesaikan rangkaian ujian ini dan judisium, artinya gue bakal dapet gelar sarjana kedokteran. Yaayyy!!! Gue bakal dapet gelar S1 dan masuk KoAs.. hehe.. :) baru dapet title ‘S.Ked’ sih, belum ‘dr.’, tapi lumayan lah yaa….
Jadi ujian pertama kmaren adalah SOOCA!!!
SOOCA!!!
SOOCA!!!
Buat yang belum tau SOOCA itu apa, bisa baca disini, ada sedikit keterangannya di post gue itu…… hehe…
Jadi mengenai SOOCA kmaren, perasaan gue campur aduk kanan kiri. Gue udah bikin jadwal belajar dari awal desember yang menjadwalkan gue untuk nyicil bikin case review draft SOOCA. Tapi cuma berjalan 3 hari doang.. haha. Gue agak susah belajar dari kertas2 orang lain, susah masuk ke otak kalo liat tulisan orang, mending baca tulisan sendiri. Lagian kalo punya sendiri, gue jadi berpikir sia2 kalo udah gue bikin tapi gak gue baca. Jadi pasti gue baca…
Dari 21 kasus yang bakal di SOOCA-in, sampe natal tiba, gue cuma bikin draft sekitar 8 buah. Bener2 deh nih kepatuhan gue nilainya 3 dari 10. Wew. Sedih juga libur natal dipake buat belajar. Huhu.. :(
Pas abis natal, tanggal 27 gue balik ke nangor. Lanjutin bikin draft SOOCA sampe akhirnya gue bisa kelarin 11 kasus tropical medicine dan 6 kasus family medicine… supeeerrr ngebuuutttt!!!! Itupun sampe hari-H juga masih ada 4 kasus family medicine yang gue menyerah bikinnya. Haha. Udah gak keburu…
Permasalahan gue bukan cuma kepatuhan, tapi penyakit juga.
Gue kalo udah stress bisa keluarin semua penyakit yang selama ini terpendam dalam tubuh gue:
Yang pertama, pilek! Gue tuh susah sakit sebenernya, ujan-ujanan juga biasanya gak bakal sakit, nah tapi gara2 stress ini, kayaknya makan gue juga jadi gak teratur, akhirnya gue drop juga. Pilek pun datang walaupun cuma gara2 gue keluar malem dan belajar di Che.Co (sebuah resto 24 jam di nangor), padahal gue udah pake jaket dan gak ngelepas jaket gue, even in the resto.
Yang kedua, diare! Dari seminggu sebelum SOOCA, gue udah sering BAB terus, a.k.a. diare… waaa!! Stress induce diarrhea. Capeeekkk banget bolak-balik kamar mandi terus.. haha.
Gue jadi males belajar, tapi jadi siklus gak brenti2…
stress sooca --> diare --> lemes --> gak belajar --> makin stress sooca --> makin diare --> makin lemes --> makin gak belajar --> ………
sebenernya gue masih belajar juga sih, tapi yaaa,, gak maksimal gitu jadinya…
Yang ketiga, alergi! Alergi gue langsung kambuh buh buh buh.. huhuhu.. kalo stress atau banyak pikiran, ini kaki gue bakal gatel terus…. Pengen garuk2 terus jadinya, trus berdarah karena keseringan digaruk. Gue gak mau ketergantungan obat, makanya gue gak beli obatnya. Selain itu alesannya karena obatnya mahal buangeettt. Hehehe…
Yang keempat, yang untungnya gak dateng pada SOOCA kali ini, demam!!! Hampir setiap SOOCA gue selalu demam. SOOCA yang lalu pun gue demam, walaupun gak gitu tinggi. Yang parah itu SOOCA setahun yang lalu. Gue demam 3 hari sampe 39 derajat, plus sakit kepala, sampe gak mempan pake paracetamol 500 mg. gak mempan!!! Gila kan tuh, padahal besoknya gue SOOCA. Sampe muka gue merah, flushing, sampe gue keringetan terus ga berenti2, bener2 deh menderita banget.. huhu. Tapi untungnya sekarang nggak demam. Thanks Daddy^^
jadi gue belajar, dan tidak maksimal dalam SOOCA gue kali ini. Kalo diitung-itung, dari pertama kali gue masuk FK, gue udah 7 kali SOOCA, sama yang terakhir ini jadi 8x, tapi tetep aja gak pernah bisa terbiasa sama ‘feel’ SOOCA. Tetep stress, tetep bingung, tetep depressed. Dan sampailah gue pada depressed point. Point dimana gue udah nyerah dan gak ngerti lagi mesti gimana. Tanggal 1 januari, gue berdoa, dan ngucur lah air mata gue. Aahhh, kalo gue pikir2, gue cengeng banget deh…
Terserah Tuhan aja lah. Dalam sisa waktu yang beberapa jam itu, gue bilang kalo gue akan berusaha maksimal, tapi hasilnya terserah Tuhan aja. Kalo Tuhan kasih bagus ya Puji Tuhan, kalo Tuhan kasih jelek ya Puji Tuhan juga. Kalo selama ini gue bilang tentang SOOCA “lulus itu harus, tapi dapet A itu bonus”.
Malemnya juga gue sms mama dan minta doa buat ujian besok. Karena lewat sms dan gue masih tambahin kata2 “hehe”, “haha”, dll, gue berharap ortu gue gak akan terlalu khawatir banget tentang gue, walaupun disini rasanya gue mau teriak dan peluk papa-mama.
Then paginya gue bangun, semangat SOOCA! Baru kali ini SOOCA 21 kasus, padahal biasanya 14-15 kasus doang. Baru kali ini juga gue gak ngelepas kasus dan ngapalin semua kasus SOOCA. Waahh, kalo dipikir2 gue bangga juga sama diri gue sendiri.
Di ruang isolasi A6 lapangan futsal, gue doa lagi, doa, ngapal, sms mama. Bener2 gue akan manfaatin semua waktu semaksimal mungkin. Pas ditanya, “lu pengen dapet kasus apa Lin? Udah siap yang mana.” Baru kali ini gue jawab, “terserah Tuhan aja lah, pasti dapet yang terbaik kok.” Wooww! Baru kali ini gue bisa jawab gitu, biasanya mah gue jawab “gue mau dapet XXX.” Atau “apa aja lah, asal bukan kasus YYY.” Tapi kali ini gue jawab terserah Tuhan, mana aja boleeeehh… kenapa gitu? Karena kali ini gue tau persiapan gue buat semua kasus tuh sama. Dan apapun kasusnya, Tuhan pasti kasih yang terbaik buat gue. Jadi ya suka2 Tuhan aja.
Dan akhirnya nama gue dipanggil, giliran 3.
Huaaaaaa!!! Takut, ngeri, pasrah, semua campur jadi 1. Dan pas undian, gue dapet kasus avian flu… pas duduk di depan kertas2 yang bakal gue tulis buat presentasi, semua tentang avian flu yang pernah gue pelajarin langsung gue gali cepet2 dari otak gue.
Gue presentasi dengan baik walaupun gue sadar itu gak perfect, habis waktu dan ada beberapa hal yang gak sempet gue jelasin, dan waktu dr. arti bilang: “basic science kamu,……….. sempurna!” waaaaa, rasanya bener2 seneng banget. I could smile and thanked her and Prof. Ridad. Really2 thank to Jesus for guiding me so well during the preparation, during the presentation, and until it ended^^ nilainya, walaupun nggak full mark 100, bener2 luar biasa. Dengan perjuangan gue yang gak maksimal itu, nilainya bener2 tinggi. I really want to shout:
“God, You’re the best!!! You’re the best of all!!!!”
The last SOOCA, I ended it with good mark,, uhhmm, no no no, not only good but excellent mark..
Gue sms papa-mama, dan mama langsung ingetin buat berdoa, ucap syukur. Waaahhhh beneran deh gue seneng luar biasa. Gue seneng punya Tuhan, gue seneng gue bertobat dari hidup gue yang berantakan tahun2 kmaren, gue seneng deket sama Tuhan Yesus, gue seneng punya papa-mama yang bisa berdoa bareng gue walaupun beda tempat, dan gue seneng dengan semua yang gue punya.
Yang makin gue tau sekarang,
“the more I get closer to Him, the happier I can be…”
Btw, gue jadi pengen ikutan thanksgiving thursday. I’ll do it next Thursday ^^
Congratulation buat temen2 gue yang udah SOOCA, semangat buat cucu turunan, angkatan 2010 yang SOOCA besok. God Bless You all! ^^
January 8th, 2012

A wish, my introspection, and learning Korean… (summary) :p

About a few days ago, I sent a birthday wish to my friend. A texted him and put a sentence as my wish: “Be a man! Grow up! You’re too old to be called as a boy.”

But the longer I’m thinking. I feel the same for me.

“Grow up Lin! You’re too old to be called as a girl.” Why do you always act like a girl? So childish!

Better than made him do some introspection and giving him advice, I think it’s better to do it for myself first.

By the way, I came up thinking about something:

하나부터 열까지 달라,

(Everything’s so different)

머리부터 끝까지 나와 맞는게 없어

(From head to toe we have nothing in common)

---huooo!!! I wonder if the translation goes well.. hahaha---

I’m trying to learn Korean now… yet I can write and read the hangul words.. please wish me the best, then!! So next time I can come up with some vocabulary.. Hehe :)

January 7th, 2012